New Update
Memuat Data...

Nona Makan Sirih (Clerodendrum thomsoniae)

Posted by Ganesha Flora On 05.49.00 | No comments
Nona Makan Sirih (Clerodendrum thomsoniae)

Nona Makan Sirih (Clerodendrum thomsoniae) adalah sejenis tanaman hias merambat anggota suku Lamiaceae (dulu dimasukkan ke dalam Verbenaceae). Asalnya dari Afrika barat tropis namun kini tersebar di seluruh penjuru dunia karena populer sebagai tanaman hias penaung.

Tumbuhan ini adalah liana lemah yang dapat mencapai panjang 4 meter, dengan daun oval sampai memanjang 8-17 cm. Bunganya tersusun sebagai cymosa, dengan 8-20 kuntum; kelopak bunga berwarna putih atau ungu pucat, mahkota bunga berwarna merah, panjang 2 cm. 

Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                     Sub Kelas: Asteridae
                         Ordo: Lamiales
                             Famili: Lamiaceae
                                 Genus: Clerodendrum
                                     Spesies: Clerodendrum thomsonae Balf.F

Tanaman ini biasa ditanam sebagai tanaman hias di halaman atau di taman-taman, dan dapat ditemukan sampai ketinggian 1,000 m dpl. Dapat ditanam di pot atau di tanah, menyukai lokasi yang sedikit terlindung atau terkena matahari penuh untuk berbunga bagus. Perdu memanjat atau merambat, tinggi 2-5 m. Tanaman ini mempunyai ranting muda yang bentuknya persegi empat. Daun tunggal, bertangkai, bentuknya bulat telur memanjang, ujung runcing, tepi rata. Bunga keluar dari ujung ranting atau ketiak daun, dalam rangkaian yang bersifat rasemos, warnanya merah berseludang putih kekuningan, Buah bulat warnanya hijau dengan 2-4 biji, bila masak warnanya coklat hitam. Perbanyakan dapat dilakukan dengan biji, stek atau pemecahan akar.

Selain digunakan sebagai tanaman hias yang dapat memberikan kepuasan psikologis, rasa nyaman dan senang, ternyata si “Nona Makan Sirih” ini pun memiliki fungsi sebagai tanaman obat. Penyakit yang dapat diobati dengan menggunakan tanaman ini adalah radang selaput gendang telinga yang biasanya menyerang anak-anak.

Melati Jepang (Pseuderanthemum Reticulatum)

Posted by Ganesha Flora On 05.52.00 | No comments
Melati Jepang (Pseuderanthemum Reticulatum)

Tanaman Melati merupakan salah satu jenis tanaman hias yang berbunga. Di Indonesia, salah satu jenis tanaman ini yaitu Melati Putih sangat terkenal, bahkan dijadikan sebagai “puspa bangsa” atau simbol nasional. Hal itu dikarenakan bunga ini melambangkan kesucian dan kemurnian, serta dikaitkan dengan berbagai tradisi dari banyak suku di negara Indonesia. Bunga Melati Putih merupakan suatu keharusan sebagai hiasan rambut pengantin dalam upacara pernikahan berbagai suku di Indonesia, terutama suku Jawa dan Sunda.

Dari sekian banyaknya jenis tanaman melati, salah satu yang banyak dibudidayakan adalah Melati Jepang yang dalam bahasa latinnya disebut Pseuderanthemum Reticulatum. Tanaman hias ini termasuk kedalam kategori tanaman semak yang tumbuhnya tegap.

Sekilas Tanaman Melati Jepang
Sama seperti tanaman Melati lainnya, tanaman Melati Jepang ini juga mempunyai bentuk pohon yang berbatang kecil. Tinggi batang Melati Jepang hanya sekitar 1 sampai 2 meter. Sangat cocok bila digunakan sebagai penghias taman atau halaman rumah. Daun-daunnya terletak berhadap-hadapan dan tumbuhnya berselang-seling. Daun Melati Jepang ini berukuran lebar antara 5–10 cm dan panjangnya dapat mencapai 15 cm. Daunnya berwarna hijau tua atau hijau muda dengan campuran warna kuning, yang telah menambah kesan keindahan dari tanaman ini. Bunga-bunga Melati Jepang terdapat pada satu tangkai yang bulat dan panjangnya sekitar 20 cm. Bunganya ini terdapat di sepanjang tangkai dan merapat pada ujungnya. Bentuk kumpulan bunganya ini, secara keseluruhan merupakan tandan yang ke luar dari ketiak daun. Kelopak bunga berwarna hijau dan mempunyai sela-sela dalam yang menyerupai gigi. Mahkota bunga bentuknya seperti tabung yang pada ujungnya terbuka. Bentuknya bulat telur atau bulat panjang. Warna dari mahkota bunganya ini ungu muda yang hampir berwarna putih susu.

Nama Botani: Pseuderanthemum reticulatum,Nama umum: Golden Pseuderanthemum, Yellow-vena Eranthemum, El dorado, Golden Eldorado, Nama keluarga: Acanthaceae

Etimologi: genus Pseuderanthemum berasal dari pseudes dalam bahasa Yunani, yang berarti 'palsu', yang merupakan nama dari kelompok tanaman yang sangat terkait erat. 'Eranthemum', dari erranos, yang berarti 'cantik', dan anthemon, yang berarti 'bunga'; dan reticulatum, yang berarti 'bersih', mengacu pada venation seperti jaring karakteristik pada dedaunan.

Negara Asal: Berasal dari hutan terbuka Polinesia dan Melanesia. Jenis tanaman: Hias berbunga tropis semak.

Bunga Melati Jepang dapat tumbuh dimana saja. Di dataran rendah bunga ini dapat tumbuh dengan baik begitu juga jika ditanam di dataran tinggi, maka Melati Jepang dapat tumbuh dengan sempurna.

Dalam menanam Melati jenis ini diperlukan beberapa syarat yang harus dipenuhi agar bunga tumbuh subur dan baik. Hal utama yang harus dipenuhi yaitu adalah tanah, menanam Melati Jepang harus dengan tanah yang tidak mudah digenangi oleh air dan juga mengandung banyak bahan organik. Tempat penanamannya juga harus mempunyai curah hujan rata-rata 112 sampai 119 mm per bulan. Selain itu, kelembaban udara juga harus berkisar antara 50%-80%. Di Jepang, bunga melati ini akan tumbuh dengan baik pada saat cuaca kering dan mendapatkan sinar matahari yang cukup banyak.

Selain memiliki daya tarik keindahan yang kuat, ternyata tanaman ini juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Salah satu contohnya adalah tanaman ini digunakan sebagai bahan baku industri kosmetika, minyak wangi, tekstil, dan penyedap teh. Potensi tersebut dikarenakan oleh kandungan minyak atsirinya yang dikenal bermutu baik, meliputi senyawa-senyawa seperti Livalylacetat, Indol, dan Benzyl.

Selain itu, bunga melati juga bermanfaat dalam terapi-terapi kesehatan, antara lain untuk mengobati penyakit sesak napas, sakit kepala, demam, dan stres. Di pasaran, minyak bunga Melati Jepang dijual bebas dalam dua bentuk, yaitu Minyak Melati dalam bentuk konsentrat dan absolut. Dalam bentuk konsentrat, minyak bunga melati masih banyak mengandung zat warna, lilin, dan berbagai komponen penyusun minyak atsiri, sedangkan dalam bentuk absolut komponen-komponen tersebut telah mengalami pemisahan lebih lanjut atau telah mengalami pemurnian.

Dalam suhu ruangan beriklim tropis, minyak melati konsentrat akan berbentuk padat dan tidak larut dalam alkohol. Akan tetapi, hal ini memiliki keuntungan tersendiri yaitu komponen minyak atsirinya akan terikat dengan bahan lilin yang terdapat dalam minyak sehingga tidak cepat menguap dan tahan lama. Namun, pada kenyataannya justru harga minyak Melati dalam bentuk absolut lebih mahal dan memiliki kemurnian lebih tinggi karena dihasilkan dari proses yang cukup rumit.

Manfaat Berkebun.. Bukan Sekedar Hobi.

Posted by Ganesha Flora On 11.07.00 | No comments
Hobi Berkebun

Di tengah hiruk-pikuk suasana kehidupan di kota besar, berkebun merupakan salah satu kegiatan alternatif yang bisa dijadikan sebagai media untuk melepaskan kepenatan, stres akibat polusi, macet hingga pekerjaan. Berkebun merupakan salah satu cara mudah yang bisa Anda lakukan untuk menenangkan dan menjauhkan diri dari depresi. Selain bermanfaat bagi kesehatan mental, kegiatan menanam dan merawat tanaman ini sekaligus juga bisa memberi manfaat bagi kesehatan fisik. Jadi beruntunglah bagi Anda yang sering melakukan kegiatan ini secara rutin dan menjadikannya sebagai hobi.

Ingin tahu lebih banyak mengenai manfaat berkebun bagi kesehatan tubuh dan mental? Simak penjelasan di bawah ini!

Lebih Dekat Dengan Alam

Hidup di perkotaan yang jauh dari unsur alam seperti hutan dan pepohonan, bukan berarti Anda tidak bisa hidup lebih dekat dengan alam. Anda bisa membawa suasana alam tersebut ke rumah dengan cara menanam tumbuh-tumbuhan hijau di pekarangan rumah. Pastinya Anda akan merasa seperti sedang berada di daerah yang hijau dan menyatu dengan alam, saat Anda membuka jendela di pagi hari dan melihat warna hijau dari tumbuh-tumbuhan yang Anda tanam sendiri.

Hemat Pengeluaran

Sayur dan buah sehat adalah sayuran dan buahan yang ditanam secara organik, tanpa penggunaan pestisida atau bahan kimia lainnya. Namun untuk membeli sayur dan buah organik tentunya kita harus mengeluarkan uang yang lebih banyak dibandingkan membeli sayuran biasa.

Nah salah satu cara untuk mendapatkan sayuran organik tanpa harus menguras kantong yaitu dengan menanamnya sendiri. Anda hanya perlu mengeluarkan modal sedikit di awal untuk membeli bibit tanaman. Namun saat panen tiba, Anda akan mendapatkan keuntungan berlipat-lipat dari modal yang sudah dikeluarkan. Hal ini tentunya akan mempengaruhi pengeluaran untuk berbelanja sayur dan buah dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarga.

Baik untuk Kesehatan Tubuh

Selain dengan melakukan olahraga seperti berlari, bersepeda dan renang, Anda juga bisa membakar kalori dan lemak pada tubuh Anda dengan cara berkebun. Pasalnya, pada saat melakukan kegiatan berkebun, mulai dari menanam, menyiram hingga memangkas tanaman, tubuh Anda akan bergerak aktif sehingga mendukung proses pembakaran kalori menjadi energi. Bahkan dengan berkebun dalam waktu satu jam saja, jumlah kalori dalam tubuh yang terbakar bisa mencapai hingga 380 kalori, melebihi kalori yang terbakar saat Anda bersepeda.

Berkebun secara rutin ternyata juga bisa memperlancar peredaran daran dan mengontrol tekanan darah. Jadi berkebun juga sangat cocok untuk Anda yang memiliki tekanan darah tinggi. Selain itu, kegiatan ini juga bisa dijadikan sebagai terapi untuk mempercepat penyembuhan dari penyakit.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang yang suka dan sering berkebun, rata-rata memiliki jangka waktu hidup yang lebih lama dibandingkan dengan mereka yang tidak suka melakukan kegiatan bercocok tanam ini.

Rumah Jadi Lebih Sejuk dan Asri

Rumah yang indah tidak melulu harus rumah yang mewah. Rumah yang sederhana pun bisa terlihat indah dengan sentuhan tanaman-tanaman seperti bunga, sayur maupun buahan. Selain tampak lebih indah dan asri, keberadaan tumbuhan di rumah tentunya akan membuat rumah jadi lebih sejuk dan nyaman ditinggali, terutama untuk rumah-rumah di daerah perkotaan seperti yang memiliki tingkat polusi yang tinggi. Hal tersebut karena tumbuh-tumbuhan mengurangi polusi dengan menyerap emisi buang karbondioksida.

Membantu Menurunkan Stress

Bagaimana perasaan Anda saat melihat bunga-bunga bermekaran dan hijaunya dedaunan? Pasti Anda akan merasa bahagia dan tersenyum dengan sendirinya kan? Wajar saja, karena hijau daun yang selalu identik dengan warna alam yang membawa kesegaran memang bisa menstimulasi otak sehingga memunculkan perasaan yang tenang, damai dan nyaman. Hal tersebut sudah dibuktikan oleh sebuah penelitian yang dilakukan kepada penderita gangguan jiwa  yang menyatakan bahwa berkebun bisa mengurangi tekanan mental pada seseorang. Sejumlah pasien gangguan jiwa diajak untuk menanam bunga dan sayuran selama 3 bulan, dan ternyata sebagian dari mereka mengalami penurunan gangguan depresi dan tampak lebih tenang, gembira dan bersemangat.

Berkebun juga sudah terbukti bisa menurunkan produksi hormon kortisol yang merupakan hormon penyebab stress. Selain itu, kegiatan menanam dan merawat tanaman ini bisa membantu Anda dalam meningkatkan rasa percaya diri, melatih kesabaran dan mengurangi rasa kesepian. Jadi bagi Anda yang jomblo, tidak ada salahnya untuk mengurangi rasa kesepian yang Anda rasakan dengan cara menanam dan merawat tanaman di rumah.

Menghangatkan keluarga

Menghabiskan weekend bersama keluarga dengan berkebun di pekarangan rumah pasti akan terasa sangat menyenangkan. Selain menyenangkan, berkebun bersama tentunya juga akan semakin mengakrabkan dan menghangatkan hubungan antar anggota keluarga. Anda bisa berkebun sambil berbincang dan bercanda dengan anggota keluarga lainnya.

Melalui kegiatan ini, Anda yang sudah memiliki anak juga bisa mengajarkan anak-anak untuk lebih mencintai alam dan menghargai makanan. Sebab dengan melihat dan ikut terlibat langsung dalam proses penanaman sayur, mereka akan tahu bahwa sayuran yang mereka makan tidak diproduksi dengan cara yang mudah dan cepat.

Bagaimana? tertarik untuk menghijaukan rumah Anda dengan tanaman-tanaman hijau dan bunga yang warna-warni? Selain menghijaukan dan membuat rumah tampak lebih asri dan indah dipandang, tentunya Anda juga akan merasakan manfaat-manfaat di atas. Jadi cobalah untuk mulai menjadikan kegiatan berkebun ini sebagai hobi Anda. Selamat berkebun!

Sirih Gading (Epipremnum aureum)

Posted by Ganesha Flora On 22.12.00 | No comments
Sirih Gading (Epipremnum aureum)

Sirih gading (Epipremnum aureum) adalah tumbuhan merambat semi-epifit yang biasa ditanam orang sebagai penghias pekarangan atau ruangan. Tumbuhan anggota suku talas-talasan (Araceae) ini mudah dikenal dari warna daunnya yang belang warna kuning cerah hingga kuning pucat, merambat di batang pohon dengan daun yang besar sehingga menutupi batang pohon yang dirambatnya. Apabila ditanam di dalam pot, daunnya mengecil. Potongan cabangnya dapat bertahan hidup cukup lama apabila bagian pangkalnya dicelupkan ke air.

Sirih gading dikenal memiliki nama ilmiah yang berbeda-beda akibat sulitnya ia diidentifikasi karena banyak jenis lain yang bermiripan. Saat ini ia dimasukkan dalam marga Epipremnum, setelah sebelumnya dianggap sebagai anggota marga Scindapsus (S. aureus) dan pernah pula dianggap sebagai anggota marga Raphidophora (sebagai R. pinnata).

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Ordo: Alismatales
Famili: Araceae
Genus: Epipremnum
Spesies: E. aureum

Nama binomial
Epipremnum aureum

Sirih gading bisa hidup dengan baik dengan media tanam air, banyak digunakan sebagai hiasan atau dekorasi ruangan, dengan cara memotong batang sirih gading, dan nanti akan tumbuh akar.

Di Indonesia kecuali di daerah perkotaan, tanaman sirih gading tidak terlalu populer, padahal di beberapa negara seperti Singapura dan Malaysia, sirih gading banyak peminatnya. Di toko-toko nurseri, keberadaannya selalu dicari karena selain mudah di tanam, ada mitos yang mengatakan bahwa tanaman sirih gading adalah tanaman pemancing rezeki.

Yang menarik dari tanaman ini adalah semburat yang ada pada daunnya. Daunnya berbentuk hati dan biasanya biasanya berwarna hijau dengan semburat kuning putih agak keperakan, atau hijau muda terang. Tanaman ini bisa hidup dengan baik dalam media tanam tanah ataupun air. Jika ditanam di tanah, daunnya akan tumbuh besar hingga menutupi batangnya, namun jika ditanam dalam pot, maka besar daun akan menyusut.

Tanaman ini memiliki batang yang lemah, karena itu tumbuhnya menjalar, merabat di tumbuhan inang, dan atau menggantung lemas jika diletakkan dalam pot gantung.  Tanaman ini banyak digunakan di teras atau halaman rumah sebagai tanaman pelindung dari sinar matahari, namun perlu diperhatikan, tanaman ini sensitif terhadap sinar matahari. Intensitas cahaya yang terlalu tinggi dapat membuat daunnya terbakar.

Hanjuang / Andong (Cordyline)

Posted by Ganesha Flora On 20.27.00 | No comments
Hanjuang / Andong (Cordyline)

Hanjuang (Cordyline) atau Andong (bahasa Jawa) merupakan sekelompok tumbuhan monokotil berbatang yang sering dijumpai di taman sebagai tanaman hias. Marga Cordyline memiliki sekitar 15 jenis. Sistem APG II memasukkan hanjuang ke dalam suku Laxmanniaceae. Namun, beberapa pustaka lain memasukkannya ke dalam Liliaceae (suku bakung-bakungan) serta Agavaceae.

Tanaman hanjuang memiliki bentuk tegak, jarang bercabang, dengan kisaran tinggi 3 sampai 5 meter. Daunnya berbentuk lanset lebar memiliki variasi warna merah tua, merah kecoklatan atau cuma hijau saja. Tanaman ini mempunyai bunga yang berbentuk malai dengan ukuran panjang sekitar 30 cm, berwarna hijau keunguan atau kuning muda. Adapun bentuk buah hanjuang menyerupai bola dan berwarna merah.

Pembudidayaan tanaman hanjuang dapat dilakukan dengan cukup mudah yaitu menggunakan cara stek batang. Cara stek digunakan dengan memakai batang tanaman yang keras sepanjang 5-10 cm. Tanaman hanjuang mudah untuk dipelihara.

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Ordo: Asparagales
Famili: Laxmanniaceae
Genus: Cordyline

Nama hanjuang juga dipakai untuk sekelompok tumbuhan dari marga Dracaena. Daun hanjuang khas, berbentuk lanset, berukuran agak besar dan berwarna hijau kemerah-merahan (Cordyline) atau berwarna hijau muda (Dracaena).

Kebanyakan jenis Cordyline merupakan tanaman hias karena warna daunnya yang berubah menjadi merah jika mendapat sinar matahari langsung. Beberapa jenisnya antara lain: Cordyline australis, Cordyline banksii, Cordyline fruticosa syn. C. terminalis (hanjuang biasa), Cordyline haageana, Cordyline indivisa, Cordyline obtecta syn. C. kaspar, C. baueri dari Selandia Baru, Cordyline pumilio, Cordyline stricta

Kegunaan
Hanjuang Cordyline sering dipakai sebagai tanaman pelindung dan pembatas blok pada sawah, ladang, serta perkebunan teh atau kina di Indonesia. Hanjuang, terutama C. fruticosa, populer sebagai tanaman hias. Daun hanjuang dipakai sebagai pembungkus makanan. Hasil penelitian menunjukkan, bungkus daun hanjuang memiliki kemampuan antibakterial.

Dalam masyarakat Sunda, Jawa, serta Bali, hanjuang memiliki makna sebagai "pembatas ruang", baik secara harafiah maupun filosofis.

Khasiat dan manfaat dari tanaman Hanjuang  katanya bisa juga untuk mengobati. Beberapa bagian tanaman hanjuang yang dapat digunakan untuk pengobatan adalah bunga, akar dan daun.

(!). Mengobati TBC Paru Dengan Batuk Berdarah
Daun kering 15-30 gram, atau bunga kering 9-15 gram atau akar kering 6-10 gram direbus dan diminum.

(!!). Menstruasi Yang Banyak, Air Kemih Berdarah dan Wasir Berdarah
Cara meramunya sama dengan No. (!)

(!!!). Mengobati Nyeri Lambung dan Mengobati Nyeri Ulu Hati
Cara meramunya sama dengan No. (!)

(!V). Mengobati Air Kemih Berdarah dan Mengobati Tidak Menstruasi
Daun segar 60-100 gram atau akar 30-60 gram direbus dan diminum

(V). Mengobati Radang Gusi
Kulit pohon hanjuang dikikis, diberi garam sedikit dan dioleskan pada tempat yang sakit.

PERHATIAN : Wanita hamil tidak boleh mengkonsumsi tanaman obat ini karena merupakan ancaman keguguran.

Bayam Merah (Aerva sanguinolenta)

Posted by Ganesha Flora On 07.38.00 | No comments
Bayam Merah (Aerva sanguinolenta)

Sebenarnya tanaman ini dari jenis bayam, akan tetapi karena memiliki daun dan warna yang indah maka tanaman ini dijadikan sebagai tanaman hias. Dalam dunia tumbuhan, tanaman ini dikenal dengan nama ilmiah Aerva sanguinolenta (L) Bl.

Tanaman indah ini berasal dari Pulau Jawa, dapat tumbuh dengan baik di daerah dataran rendah dan juga daerah pegunungan dengan ketinggian 1,000 meter dari permukaan laut.

Bayam merah sangat menyukai jika ditanam ditempat terbuka dan warna daunnya akan merah menyala jika mendapat banyak sinar matahari. Jika ditanam ditempat yang kurang mendapat penyinaran matahari atau tempat rindang, maka warna daunnya akan buram dan kusam.

Tanaman bayam merah berbentuk perdu, pertumbuhannya sangat cepat dan mudah dikembangbiakkan. Tinggi batangnya dapat mencapai 1,5 meter, memiliki bentuk daun bulat telur atau oval. Bunganya yang indah tersusun dalam rangkaian tandan, bunganya kecil berwarna putih kekuningan dan pada umumnya bunga tersebut akan muncul pada ujung atas batang atau sering juga muncul dari ketiak daunnya.

Bayam merah terkadang ditanam sebagai batas taman, atau ada juga yang ditanam disisi jalan. Secara alami, bayam merah berkembang biak dengan biji, tetapi para penggemar bunga hias umumnya memperbanyak tanaman ini dengan stek batang.

Ganesha Flora

  • Br. Puring, Ds. Sangketan, Penebel, Tabanan (Sebelah Timur Pr. Tamba Waras)

  • CP: IPutu Budiarsa
    CS1: 0813-3891-4348
    CS2: 0812-4657-8379
    Email: ganeshaflorabali@gmail.com

    Kirim Pesan

    Nama

    Email *

    Pesan *

    Statistik

    Flag Counter